Pernahkah kalian merasa hidup hanya berjalan otomatis? Bangun, bekerja, belajar, lalu tidur, tanpa benar-benar merasa "hidup"? Buku Ikigai karya Héctor García dan Francesc Miralles mencoba menjawab kegelisahan itu melalui rahasia penduduk Okinawa, Jepang, yang dikenal memiliki umur panjang dan tingkat kebahagiaan yang tinggi.
Secara sederhana, Ikigai adalah irisan dari empat elemen: apa yang kita cintai, apa yang kita kuasai, apa yang dunia butuhkan, dan apa yang bisa membuat kita dibayar. Namun, lebih dari sekadar diagram, Ikigai adalah tentang seni tetap aktif tanpa harus terburu-buru oleh waktu.
Pelajaran Utama dari Ikigai:
- Hara Hachi Bu: Berhenti makan sebelum kenyang (80%). Prinsip ini mengajarkan kita untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi apa pun, agar tubuh tidak terbebani.
- Kondisi "Flow": Menemukan aktivitas yang membuat kita lupa waktu. Bukan tentang hasil akhirnya, tapi tentang bagaimana kita menikmati setiap detiknya.
- Wabi-Sabi: Belajar menerima ketidaksempurnaan. Hidup tidak harus selalu ideal atau sesuai rencana untuk bisa dinikmati.
- Moai: Pentingnya memiliki komunitas kecil yang saling mendukung. Kesepian sering kali lebih berbahaya daripada kelelahan fisik.
Di akhir buku, ada satu pesan yang sangat kuat: "Hiduplah di saat ini." Berhenti menyesali masa lalu dan jangan terlalu cemas pada masa depan. Ikigai bukan sebuah garis finish yang harus dikejar dengan lari cepat, melainkan sebuah proses perlahan untuk menemukan makna dalam hal-hal kecil setiap harinya.
Buku ini sempet aku baca dan aku review kembali rasanya sangat relate sekali dengan kondisi yang sedang kualami. Lewat buku ini aku mencoba mengkorelasikan masalah hidupku dengan yang ada dalam buku rasanya ada benarnya.